Sebagai langkah nyata dalam meningkatkan mutu pendidikan vokasi dan memperkuat komitmen pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Surabaya menggelar kegiatan Industri ke kantor Distrik Navigasi Kelas 1 Surabaya pada Rabu (29/04). Sebanyak 71 taruna tingkat 2 dari Program Studi Nautika, didampingi oleh 3 dosen pembimbing, terjun langsung ke lapangan untuk menyelaraskan teori di kelas dengan realitas industri maritim.
Kegiatan ini merupakan manifestasi dari misi Poltekpel Surabaya dalam menghadirkan proses pendidikan yang transparan, profesional, dan berorientasi pada kualitas lulusan yang kompeten di tingkat global, melalui proses pendidikan yang terintegrasi antara teori dan praktik. Sebagai institusi pendidikan tinggi vokasi di bidang pelayaran, Poltekpel Surabaya senantiasa berupaya membekali tarunanya dengan pengetahuan yang relevan terhadap kebutuhan industri maritim nasional maupun internasional. Melalui kegiatan ini, taruna Poltekpel Surabaya diharapkan mampu memahami peran penting navigasi dalam menjamin keselamatan pelayaran.
Distrik Navigasi Kelas 1 Surabaya merupakan salah satu unit pelaksana teknis di bawah Direktorat Jenderal Perhubungan Laut yang memiliki tugas pokok dalam penyelenggaraan sarana bantu navigasi pelayaran, telekomunikasi pelayaran, alur pelayaran, serta sistem pengamatan laut dan cuaca yang mendukung keselamatan transportasi laut. Kehadiran taruna Poltekpel Surabaya di instansi tersebut menjadi momen berharga untuk melihat secara langsung bagaimana sistem navigasi dikelola secara profesional.
Rombongan disambut hangat oleh Kepala Bagian Tata Usaha Distrik Navigasi Kelas 1 Surabaya, Slamet Supriyanto. Dalam sambutannya, Slamet menjelaskan secara umum mengenai struktur organisasi dan tugas pokok Distrik Navigasi Kelas 1 Surabaya. Dia menjelaskan bahwa distrik navigasi mempunyai tugas melaksanakan kegiatan kenavigasian serta mengelola sarana bantu navigasi, alur pelayaran, hingga sistem pengamatan cuaca untuk keselamatan transportasi laut.
Tidak hanya mendengarkan paparan materi, para taruna juga berkesempatan melakukan observasi langsung di dermaga dan meninjau dua kapal negara andalan, yakni KN Masalembo dan KN Bima Sakti Utama. Para taruna dapat menyaksikan bagaimana manajemen keselamatan dan operasional kenavigasian dijalankan secara profesional.
Kegiatan ini memberikan manfaat besar bagi para taruna, khususnya dalam menambah wawasan mengenai implementasi ilmu yang telah dipelajari di bangku perkuliahan. Materi tentang navigasi, keselamatan pelayaran dan manajemen pelabuhan yang selama ini dipahami secara teoritis, kini dapat dilihat penerapannya secara nyata di lapangan. Dengan demikian, taruna Poltekpel Surabaya memiliki gambaran yang lebih komprehensif mengenai tantangan dan tanggung jawab profesi di sektor kemaritiman.
Selain aspek akademik, Field Trip industri juga menjadi sarana pembentukan karakter profesional bagi para taruna. Melalui interaksi langsung dengan lingkungan kerja, para taruna dapat belajar mengenai pentingnya disiplin, etika kerja, tanggung jawab, serta pentingnya koordinasi antarbagian dalam menjaga kelancaran operasional pelayaran. Nilai-nilai tersebut merupakan bekal penting bagi calon sumber daya manusia maritim yang akan mengemban tugas di masa mendatang.
Dengan sinergi yang kuat antara lembaga pendidikan dan instansi pemerintah, Poltekpel Surabaya menegaskan komitmennya untuk mencetak lulusan yang tidak hanya cakap secara akademis, tetapi juga memiliki integritas tinggi dan kesiapan mental dalam menghadapi tantangan industri maritim dunia.
Apresiasi tinggi disampaikan Poltekpel Surabaya kepada Distrik Navigasi Kelas 1 Surabaya atas kolaborasi yang terjalin. Kerja sama ini diharapkan terus berlanjut guna mencetak insan pelaut yang berdaya saing tinggi demi kemajuan transportasi laut Indonesia.



Leave a Reply