Nomor PR.002/HUMAS/VII/POLTEKPEL.SBY-26
PERS RELEASE
Surabaya, Juli 2026 – Meningkatnya perhatian terhadap perubahan iklim dan tuntutan pengurangan emisi gas rumah kaca di sektor pelayaran mendorong Taruna Program Studi Diploma IV Transportasi Laut Politeknik Pelayaran Surabaya mengembangkan MARCO (Maritime Carbon Offset System), sebuah inovasi sistem monitoring emisi karbon berbasis Internet of Things (IoT) yang dirancang untuk mendukung pengelolaan emisi kapal secara lebih efektif dan berkelanjutan.
Inovasi ini merupakan hasil Capstone Design Kelompok 4 yang beranggotakan Bika Mukhtaruddin, Chintya Putri Claudia Ode, Rorusman Jadid Nurhadi, Siti Aurum Eka Nursasi, dan Syahlia Eka Handayani. Pengembangan MARCO berawal dari tingginya emisi karbon yang dihasilkan sektor pelayaran. Sebagai negara maritim, Indonesia memiliki aktivitas pelayaran yang terus meningkat sehingga diperlukan solusi yang mampu memantau emisi secara cepat, akurat, dan mudah diakses. Di sisi lain, Indonesia juga memiliki potensi ekosistem mangrove yang sangat besar sebagai penyerap karbon alami (blue carbon), sehingga peluang pengembangan sistem offset karbon menjadi semakin terbuka. Berangkat dari kondisi tersebut, tim Capstone merancang MARCO sebagai sistem monitoring emisi karbon yang memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT) melalui mikrokontroler ESP32, sensor MQ-135, MQ-7, dan MQ-2, modul komunikasi NRF24L01, serta dashboard berbasis web untuk menampilkan data emisi secara realtime.
Sistem ini mampu membaca konsentrasi gas hasil pembakaran, mengolah data menjadi estimasi emisi karbon, kemudian menampilkan hasil monitoring secara langsung sehingga memudahkan proses pengawasan emisi kapal. Selain melakukan monitoring emisi, MARCO juga mampu menghitung estimasi pajak karbon secara otomatis berdasarkan nilai emisi yang terdeteksi. Fitur ini diharapkan dapat membantu pengguna memperoleh gambaran mengenai dampak lingkungan dari operasional kapal sekaligus menjadi langkah awal menuju penerapan sistem pengelolaan emisi yang lebih modern. Ke depan, sistem MARCO memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut dengan integrasi Artificial Intelligence (AI), blockchain, serta sistem Monitoring, Reporting, and Verification (MRV) guna meningkatkan akurasi analisis, transparansi data, dan kredibilitas proses offset karbon pada sektor maritim. “Melalui MARCO, kami ingin menghadirkan sebuah inovasi yang mampu membantu proses monitoring emisi karbon kapal secara lebih mudah, cepat, dan berbasis teknologi digital. Harapannya, sistem ini dapat menjadi langkah awal dalam mendukung pelayaran yang lebih ramah lingkungan sekaligus membuka peluang pengembangan offset karbon maritim di Indonesia,” ujar perwakilan Tim Capstone Kelompok 4.
MARCO diharapkan dapat memberikan manfaat bagi industri pelayaran, pemerintah, akademisi, maupun masyarakat. Bagi industri, sistem ini dapat menjadi media monitoring emisi yang lebih praktis dan efisien. Bagi pemerintah, inovasi ini dapat menjadi referensi dalam pengembangan sistem pengawasan emisi berbasis teknologi. Sementara itu, pengembangan konsep offset karbon berbasis rehabilitasi mangrove diharapkan mampu mendukung pelestarian lingkungan pesisir sekaligus meningkatkan nilai ekonomi ekosistem mangrove. Melalui Capstone Design ini, Kelompok 4 berharap MARCO tidak hanya menjadi sebuah prototype penelitian, tetapi juga menjadi dasar pengembangan teknologi monitoring emisi karbon yang dapat diimplementasikan pada industri pelayaran di masa mendatang untuk mendukung target Net Zero Emission Indonesia 2060.
Tentang MARCO
MARCO (Maritime Carbon Offset System) merupakan prototype sistem monitoring emisi karbon berbasis Internet of Things (IoT) yang dikembangkan oleh Taruna Program Studi Diploma IV Transportasi Laut Politeknik Pelayaran Surabaya. Sistem ini menggunakan sensor MQ, mikrokontroler ESP32, komunikasi nirkabel NRF24L01, dan dashboard berbasis web untuk memantau emisi karbon kapal secara real-time serta menghitung estimasi emisi dan pajak karbon secara otomatis.



Leave a Reply