PPID POLTEKPEL SURABAYA

Poltekpel Surabaya Bersama KSOP Kelas II Gresik Gelar Pelatihan Keselamatan bagi Calon Penumpang Kapal Tujuan Bawean

Ratusan calon penumpang kapal tujuan Pulau Bawean mengikuti pelatihan penggunaan jaket keselamatan atau life jacket serta teknik penyelamatan diri di atas kapal. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Surabaya bekerjasma dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Gresik di Terminal Penumpang Pelabuhan Gresik, Selasa (29/09/2026).

Pelatihan tersebut merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap aspek keselamatan pelayaran. Edukasi diberikan secara langsung kepada calon penumpang sebagai bentuk upaya preventif untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai kemungkinan kondisi darurat selama perjalanan laut.

Dalam kegiatan tersebut, para calon penumpang mendapatkan penjelasan mengenai pentingnya memahami prosedur keselamatan sebelum kapal berangkat. Materi yang diberikan mencakup cara mengenakan life jacket dengan benar, fungsi peralatan keselamatan, serta langkah-langkah yang perlu dilakukan apabila terjadi keadaan darurat atau emergency di atas kapal.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Poltekpel Surabaya, Romanda Annas Amrullah, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam memberikan edukasi keselamatan kepada masyarakat, khususnya pengguna jasa transportasi laut.

“Keselamatan pelayaran merupakan tanggungjawab bersama. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan masyarakat tidak hanya mengetahui keberadaan peralatan keselamatan di atas kapal, tetapi juga memahami cara menggunakannya dengan benar ketika menghadapi kondisi darurat,” ujar Romanda.

Menurutnya, edukasi keselamatan perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan menggunakan metode yang mudah dipahami dan dekat dengan aktivitas masyarakat. Oleh karena itu, Poltekpel Surabaya bersama KSOP Kelas II Gresik tidak hanya memberikan sosialisasi secara langsung, akan tetapi juga memanfaatkan media informasi yang tersedia di lingkungan terminal.

“Edukasi keselamatan harus dapat menjangkau masyarakat secara luas dan mudah diakses. Oleh karena itu, selain memberikan pelatihan secara langsung, kami juga menyediakan media edukasi berupa video yang dapat diakses dengan memindai barcode yang telah tersedia pada x-banner di area terminal,” jelasnya.

Romanda menambahkan, keterlibatan masyarakat dalam memahami prosedur keselamatan menjadi hal yang penting karena penumpang merupakan salah satu pihak yang harus mampu mengambil tindakan secara tepat apabila terjadi situasi darurat. Menurutnya, kepanikan dapat diminimalkan apabila penumpang telah memiliki pengetahuan dasar mengenai prosedur keselamatan.

“Ketika penumpang memahami apa yang harus dilakukan, bagaimana menggunakan life jacket, serta mengenali peralatan keselamatan yang tersedia, mereka akan lebih siap dalam menghadapi kondisi darurat. Pengetahuan sederhana tersebut dapat menjadi bekal yang sangat penting selama berada di atas kapal,” tambah Romanda.

Dalam sesi praktik, calon penumpang diberikan demonstrasi mengenai penggunaan life jacket. Peserta kemudian diarahkan untuk memahami tahapan penggunaan jaket keselamatan secara tepat sehingga tidak hanya mengetahui secara teori, tetapi juga memiliki gambaran praktis mengenai penggunaannya.

Selain penggunaan life jacket, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya memperhatikan informasi keselamatan yang disampaikan sebelum keberangkatan. Penumpang diimbau untuk mengenali lokasi peralatan keselamatan serta memahami instruksi yang diberikan oleh awak kapal apabila terjadi keadaan darurat.

Kegiatan edukasi tersebut mendapat perhatian positif dari masyarakat yang mengikuti pelatihan. Penyampaian materi secara langsung dinilai dapat memberikan pemahaman yang lebih mudah kepada calon penumpang, terutama mengenai tindakan yang harus dilakukan apabila menghadapi situasi yang tidak diharapkan selama pelayaran.

Melalui kolaborasi antara Poltekpel Surabaya dan KSOP Kelas II Gresik, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat budaya keselamatan di lingkungan transportasi laut. Tidak hanya berorientasi pada peningkatan pengetahuan, edukasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat bahwa keselamatan pelayaran membutuhkan kesiapan dan partisipasi seluruh pihak.

Melalui kegiatan tersebut, Poltekpel Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam meningkatkan literasi dan kesadaran keselamatan masyarakat, khususnya dalam penggunaan transportasi laut. Sinergi bersama KSOP Kelas II Gresik diharapkan dapat menjadi langkah positif dalam membangun budaya keselamatan pelayaran yang semakin kuat di tengah masyarakat. (Asamy)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *